10 Hidangan Yang Harus Anda Coba di Italia (Bagian 2)

6. Cacio e pepe

Hidangan daging klasik Roma melibatkan apa yang oleh orang Romawi disebut quinto quarto, atau “the fifth quarter” dari seekor hewan. Dengan kata lain, potongan-potongan yang benar-benar tidak biasa dimakan – segala jenis jeroan mulai dari babat, otak (cervello) dan sejenisnya . Jika Anda tidak selera dengan makanan seperti ini, maka alternatifnya adalah menikmati salah satu dari banyak pasta khas Roma, seperti cacio e pepe (spaghetti, tonnarelli atau sejenisnya, disajikan dengan saus lada hitam dan keju pecorino romano yang asin), yang sederhana, seperti quinto quarto, inovasi yang berasal dari kemiskinan orang Romawi zaman dahulu.

Tempat untuk mencobanya

Cacio e pepe mendadak menjadi terkenal di Inggris, tetapi di Roma ia sudah ada sejak zaman dahulu, dan masih menjadi makanan utama restoran yang dikelola keluarga – yang sayangnya mulai memudar – seperti Le Cave di Sant’Ignazio-Da Sabatino (dasabatino.it), yang memiliki meja luar ruangan di piazza kecil yang cantik beberapa menit dari Pantheon. Jika Anda ingin mencoba jeroan, Anda bisa pergi ke Checchino dal 1887 (checchino-dal-1887.com).

7. Tartufo nero

Norcia adalah salah satu kota di Umbria timur yang dikelilingi gunung yang indah. Kota ini adalah salah satu yang rusak akibat gempa bumi tahun 2017, tetapi ia bangkit kembali, dengan statusnya sebagai salah satu pusat gastronomi di Italia tengah yang berdiri kokoh. Truffle hitam, atau tartufo nero, adalah bintangnya, menambahkan rasa yang lembut dan unik untuk risotto, omelet, pasta, dan lainnya. Sebagian besar truffle yang dijual di seluruh Eropa berasal dari wilayah di sekitar kota ini.

Tempat untuk mencobanya

Ada hidangan truffle yang berlimpah di Vespasia bintang-satu-Michelin (vespasia.com), bagian dari hotel bintang lima Palazzo Seneca. Pilihan lainnya adalah di Granaro del Monte (bianconi.com) yang lebih sederhana di seberang jalan.

8. Pizza

Apakah kita perlu membahas lagi tentang kelezatan pizza?

Tempat untuk mencobanya

Tentu saja di Naples, tempat kelahirannya, baik di Da Michele (damichele.net), yang telah berdiri sejak 1870 (hanya melayani pizza margherita dan marinara) atau Brandi (brandi.it). Pada tahun 1889, margherita dibuat untuk ratu pertama Italia dan dirancang dengan bahan-bahan yang menggemakan warna-warna bendera Italia – merah (tomat), hijau (daun basil) dan putih (mozzarella).

9. Orecchiette alla pugliese

Orrecchiette – secara harfiah artinya “telinga kecil”, seperti bentuknya – adalah pasta yang sangat kenyal, bertekstur kasar. Orrecchiette disajikan dalam beberapa hidangan khas Puglia, bagian “tumit” di negara sepatu bot Italia, terutama orrecchiette con le cime di rapa (dengan daun lobak). Mereka juga sering dimasak dengan brokoli atau dengan saus carne di cavallo (daging kuda).

Tempat untuk mencobanya

Osteria del Tempo Person (osteriadeltempoperso.com) di Ostuni, salah satu desa tercantik di Puglia, dan dilengkapi dengan ruang makan berbentuk gua yang tentunya akan sangat berkesan.

10. Caponata

Sisilia memiliki banyak spesialisasi yang mungkin Anda akan dengan senang hati memakannya seumur hidup: arancini (bola nasi), granita (es serut), cassata (ricotta, pistachio, manisan buah), pasta alla Norma (saus terong, ricotta dan lainnya), pasta con e sarde (pasta dengan ikan sarden), tetapi mari kita fokus pada caponata, kreasi terong kaya rasa, manis dan asam, dimasak dengan bahan musiman lainnya yang dapat ditemukan dalam variasi berbeda di sebagian besar pulau.

Tempat untuk mencobanya

Setiap keluarga dan restoran di Sisilia memiliki versi caponata sendiri, tetapi jika Anda berada di Palermo, cobalah trattoria tradisional yang sederhana, Dal Maestro del Brodo (Via Pannieri 7; 0039 091 329523).